9 Piktogram Hazard Classification pada Bahan Kimia yang Wajib Diketahui di Laboratorium
Dalam kegiatan laboratorium maupun industri kimia, penggunaan bahan kimia tidak dapat dipisahkan dari potensi bahaya. Untuk mempermudah identifikasi risiko tersebut, digunakan sistem standar internasional yaitu Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS).
Salah satu elemen penting dalam sistem ini adalah piktogram hazard classification, yaitu simbol peringatan yang terdapat pada label bahan kimia. Piktogram ini membantu pengguna memahami jenis bahaya suatu bahan secara cepat sehingga dapat mengambil langkah keselamatan yang tepat.
Artikel ini akan membahas 9 piktogram hazard classification GHS beserta arti dan risikonya yang penting diketahui oleh pengguna bahan kimia di laboratorium maupun industri.
Apa Itu Piktogram Hazard Classification?
Piktogram hazard classification adalah simbol visual berbentuk berlian dengan bingkai merah dan ikon hitam yang digunakan pada label bahan kimia untuk menunjukkan potensi bahaya yang dimiliki suatu zat.
Tujuan penggunaan piktogram ini antara lain:
- Memberikan informasi bahaya secara cepat dan mudah dipahami
- Meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium dan industri
- Membantu pengguna menentukan prosedur penanganan bahan kimia yang tepat
Dalam sistem GHS terdapat 9 piktogram utama yang mewakili berbagai kategori bahaya bahan kimia. Berikut penjelasan masing-masing piktogram tersebut.
1. Explosive (Bahan Mudah Meledak)
![]()
Piktogram Explosive menunjukkan bahan kimia yang tidak stabil dan dapat meledak akibat panas, benturan, gesekan, atau reaksi kimia tertentu. Reaksi ini dapat menghasilkan pelepasan energi dan gas dalam jumlah besar dalam waktu singkat sehingga berpotensi menyebabkan ledakan.
Oleh karena itu, bahan dengan klasifikasi ini harus disimpan dan ditangani dengan sangat hati-hati serta dijauhkan dari sumber panas atau tekanan. Contoh bahan yang termasuk kategori ini antara lain nitrogliserin, TNT (trinitrotoluene), dan beberapa jenis peroksida organik.
2. Gases Under Pressure (Gas Bertekanan)
![]()
Piktogram Gases Under Pressure menandakan bahwa suatu bahan berupa gas yang disimpan dalam tabung atau wadah bertekanan tinggi. Gas ini dapat berupa gas terkompresi, gas cair, atau gas kriogenik yang disimpan pada suhu sangat rendah.
Jika tabung rusak atau terkena panas berlebih, gas dapat keluar dengan tekanan tinggi atau bahkan menyebabkan ledakan.
Contoh gas yang termasuk kategori ini adalah oksigen (O₂), nitrogen (N₂), karbon dioksida (CO₂), dan helium yang biasanya disimpan dalam tabung gas
3. Low Toxicity Warning (Iritasi atau Bahaya Kesehatan Ringan)
![]()
Piktogram Low Toxicity Warning digunakan untuk bahan kimia yang dapat menyebabkan efek kesehatan ringan hingga sedang, seperti iritasi pada kulit, mata, atau saluran pernapasan. Meskipun tidak tergolong sangat beracun, paparan yang berulang atau dalam jumlah tertentu tetap dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri tetap dianjurkan saat bekerja dengan bahan ini. Contoh bahan yang termasuk dalam kategori ini adalah aseton, amonia dalam konsentrasi rendah, dan beberapa pelarut organik.
4. Flammable (Mudah Terbakar)
![]()
Piktogram Flammable menunjukkan bahan kimia yang mudah terbakar ketika terkena panas, percikan api, atau sumber nyala lainnya. Beberapa bahan juga menghasilkan uap yang mudah terbakar dan dapat memicu kebakaran jika bercampur dengan udara dalam konsentrasi tertentu. Karena itu, bahan flammable harus disimpan di tempat yang sejuk dan jauh dari sumber panas atau api. Contoh bahan yang termasuk kategori ini adalah etanol, metanol, aseton, dan bensin.
5. Corrosive (Korosif)
![]()
Piktogram Corrosive menandakan bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada kulit, mata, serta dapat merusak logam atau material tertentu. Paparan bahan korosif dapat menyebabkan luka bakar kimia yang cukup parah jika terkena kulit atau mata. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata keselamatan sangat penting saat menangani bahan ini. Contoh bahan korosif yang umum digunakan di laboratorium adalah asam sulfat (H₂SO₄), asam klorida (HCl), dan natrium hidroksida (NaOH).
6. Health Hazard (Bahaya Kesehatan Serius)
![]()
Piktogram Health Hazard menunjukkan bahan kimia yang dapat menyebabkan dampak kesehatan serius atau jangka panjang, seperti kanker, kerusakan organ, gangguan reproduksi, atau gangguan pada sistem pernapasan. Efeknya sering kali tidak langsung terlihat setelah satu kali paparan, tetapi dapat muncul setelah paparan jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan bahan ini harus dilakukan dengan pengendalian paparan yang ketat. Contoh bahan yang termasuk kategori ini adalah benzena, formaldehida, dan beberapa senyawa pelarut industri.
7. Oxidising (Oksidator)
![]()
Piktogram Oxidising digunakan untuk bahan kimia yang dapat mempercepat atau memperkuat proses pembakaran. Bahan oksidator tidak selalu mudah terbakar, tetapi dapat menyediakan oksigen yang membuat api menyala lebih besar dan lebih cepat. Oleh karena itu, bahan ini harus disimpan terpisah dari bahan yang mudah terbakar. Contoh bahan oksidator antara lain hidrogen peroksida konsentrasi tinggi (H₂O₂), kalium permanganat (KMnO₄), dan kalium nitrat (KNO₃).
8. Toxic (Beracun)
Piktogram Toxic menunjukkan bahan kimia yang sangat beracun dan dapat menyebabkan keracunan serius atau bahkan kematian dalam waktu singkat. Paparan dapat terjadi melalui inhalasi, tertelan, atau kontak dengan kulit. Karena tingkat bahayanya tinggi, bahan ini harus ditangani dengan prosedur keselamatan yang ketat. Contoh bahan dalam kategori ini adalah natrium sianida (NaCN), hidrogen sulfida (H₂S), dan merkuri.
9. Environment Hazard (Berbahaya bagi Lingkungan)
Piktogram Environment Hazard menunjukkan bahan kimia yang dapat membahayakan lingkungan, terutama organisme air seperti ikan dan tumbuhan air. Jika bahan ini terlepas ke lingkungan tanpa pengolahan yang tepat, dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang terhadap ekosistem. Oleh karena itu, limbah bahan kimia dengan klasifikasi ini harus dikelola dengan prosedur yang aman. Contoh bahan yang termasuk kategori ini antara lain pestisida, logam berat seperti merkuri dan timbal, serta beberapa bahan kimia industri.
Pentingnya Memahami Simbol Bahaya Bahan Kimia
Memahami piktogram hazard classification merupakan bagian penting dari penerapan keselamatan kerja di laboratorium. Dengan mengenali simbol-simbol ini, pengguna dapat:
- Mengidentifikasi potensi bahaya bahan kimia dengan cepat
- Menentukan metode penyimpanan yang tepat
- Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
- Mengurangi risiko kecelakaan kerja
Pengetahuan mengenai simbol GHS juga sangat penting bagi teknisi laboratorium, peneliti, mahasiswa praktikum, hingga pekerja industri kimia.
Dapatkan Peralatan Laboratorium Berkualitas untuk Mendukung Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja di laboratorium tidak hanya bergantung pada pemahaman simbol bahaya, tetapi juga pada penggunaan peralatan laboratorium yang tepat dan berkualitas.
Jika Anda sedang mencari peralatan laboratorium terpercaya, kami menyediakan berbagai produk laboratorium yang dapat mendukung kegiatan penelitian, pengujian, maupun kebutuhan industri.
Silakan hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi produk dan konsultasi kebutuhan peralatan laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
